Barang apa Semua Pasien Covid Kudu Dirawat di RS? Ini Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden RI,   Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tidak semua pasien positif Covid-19 dirawat di Rumah Sakit (RS). Hal tersebut dia unggah langsung di akun Instagram resminya @jokowi.

Dia pun memaparkan kriteria orang yang bisa mendapatkan perawatan di rumah kecil. Mulai dari pasien tanpa gejala, pasien ringan, pasien sedang, hingga pasien berat atau kritis.


“Apakah semua yang dinyatakan meyakinkan Covid-19 harus dirawat dalam rumah sakit? Tidak segenap, ” tulis Jokowi Kamis (8/7/2021).

Anak obat tanpa gejala misalnya, diminta untuk melakukan isolasi sendiri di rumah atau fasilitas isolasi pemerintah. Kategori pasien tanpa gejala adalah frekuensi nafas 12-20 kali mulai menit, saturasi oksigen pada atas 94%.

“Terapi: Vitamin C, D, Zinc, ” tulisnya. “Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. ”

Lalu bagaimana dengan yang mengalami gejala ringan? Ia juga menulis tidak dirawat di RS melainkan fasilitas isolasi pemerintah atau isolasi mandiri di rumah bagi yang memenuhi syarat.

Pasien gejala ringan ditandai dengan demam, batuk darah (umumnya batuk kering ringan), fatigue/kelelahan ringan, anoreksia, kecil kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia.

Lalu, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari berleha-leha, frekuensi napas 12-20 kala per menit, saturasi agak 94%

“Terapi: Oseltamivir atau favipiravir Azitromisin Vitamin C, D, Zinc, ” tulisnya. “Lama perawatan: 10 hari isolasi semenjak timbul gejala dan sedikitnya 3 hari bebas gejala. ”

Mereka yang dirawat di RS, adalah pasien yang menderita gejala sedang dan berat. Berikut keterangannya:

Halaman 2> >