Bapet Gak Diajak, Ramai Orang Kaya Naik Jet Tinggalkan India

Jakarta, CNBC Indonesia – Kasus corona India makin jadi. Negara itu bahkan mencatat 400. 000 kasus baru Sabtu (8/5/2021).

Dibanding data Worldometers , ada 401. 329 kasus baru dengan 4. 194 kematian. Ini menjadikan total kasus corona di India menjadi 21. 886. 661 dengan total mair 238. 256.


Kejadian ini membuat banyak karakter kaya dan selebriti India dilaporkan beramai-ramai pergi sebab negara itu. Tak tanggung-tanggung, mereka dilaporkan menyewa private jet mewah untuk berangkat mengungsi dengan dalih lebih aman dari paparan Covid-19.

Dikutip CNBC International , menurut perusahaan penyewaan jet pribadi JetSetGo permintaan hendak pemesanan jet naik 900% dalam beberapa pekan terakhir. Mayoritas “melarikan diri” ke Maladewa, yang menjanjikan fasilitas karantina di resor terasing, atau Dubai, karena ingin sekaligus mengurusi bisnis.

Bukan hanya orang super kaya saja yang memesan layanan mewah itu. Orang kelas menengah kendati ramai-ramai memesan jet karakter untuk segera keluar.

“Mengatakan bahwa cuma orang kaya India dengan meninggalkan India dengan jet pribadi adalah salah, ” kata CEO JetSetGo Kanika Tekriwal, dikutip Minggu (9/5/2021).

“Dalam 10 hari terakhir, apa dengan benar-benar kami lihat merupakan siapa saja yang sanggup mengumpulkan sumber daya dan sarana untuk mengumpulkan uang untuk jet pribadi. Ataupun, mengumpulkan uang hanya buat keluar dari negara. ”

JetSetGo belum menaikkan tarifnya sebagai tanggapan atas lonjakan permintaan. Tekriwal mengatakan itu akan menjadi peluang dan salah.

Perjalanan ke Maladewa untuk jet delapan tempat duduk sendiri dipatok secara harga US$ 20. 000 atau setara Rp 280 juta. Sementara ke Dubai dipatok US$ 31. 000 atau setara Rp 443 juta.

Tekriwal mengatakan situasi sangat tidak terkendali di India masa ini. Sehingga, dalam kira-kira kasus, harga penerbangan jet pribadi bisa lebih sedikit dari biaya rawat inap rumah sakit jika terinfeksi corona.

Menurutnya biaya rawat inap tunggal sudah mencapai US$ 2. 500 atau sekitar Rp 35 juta semalam. Masa uang ini digunakan hanya untuk rawat inap 14 hari, hal ini mampu menguras habis isi dompet seseorang.

Belum lagi bila sekeluarga yang masuk dalam perawatan. Secara mengungsi, ke Dubai misalnya, masyarakat bisa melakukan kegiatan produktif.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)