Bank Mulai Pangkas Jumlah Pejabat Cabang-ATM, Cek Faktanya!

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Tren pertumbuhan pesat servis bank digital memaksa  para-para perbankan dalam negeri beradaptasi, salah satunya mengurangi kesibukan di kantor cabang (kacab). Kecenderungan peralihan transaksi biasa ini pun sudah terjadi di luar negeri, bukan hanya di Indonesia.

Misalnya data firma konsultan Bancography dalam Amerika Serikat (AS) dengan menyebutkan bahwa bank-bank dalam Negeri Adidaya itu telah mengurangi kantor baru semenjak 2013, di tengah situ berkembangnya layanan perbankan digital (digital banking).

Nah , di era segala jenis pembalasan dapat dilakukan dalam satu aplikasi, apakah penambahan ataupun mempertahankan jumlah kantor cabang dan ATM (anjungan tunai mandiri) masih merupakan pilihan tepat bagi bank?


Apalagi saat ini mulai muncul kompetitor-kompetitor baru di bank servis digital. Jadi apakah mengangkat fokus untuk memperbaiki dan memperkuat layanan digital bank menjadi langkah utama yang harus ditempuh saat tersebut?

Apapun opsi yang diambil para bankir Indonesia tentu perlu memikirkan kondisi yang terjadi pada lapangan, strategis bisnis bank yang sudah ditetapkan, & tentu kondisi keuangan sebab bank terkait.

Tim Penelitian CNBC Indonesia pun membuktikan mengumpulkan fakta-fakta terkait secara perubahan jumlah ATM serta kantor cabang bank-bank mulia di Tanah Air, tercatat bank BUKU IV (bank umum kelompok usaha, dengan modal inti di pada Rp 30 triliun).

PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA)

Sepanjang tahun 2020 lalu BCA yang juga merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Nusantara (Rp 745 triliun) siap menambah jumlah nasabah menjelma 24, 48 juta terangkat dari tahun sebelumnya dalam angka 21, 74 juta nasabah.

Selain itu jumlah kartu ATM juga mengalami peningkatan daripada 20, 07 juta menjadi 22, 53 juta surat.

Hendak tetapi meski kedua indikator tersebut naik, jumlah kantor cabang dan kantor kas BCA berkurang dari 1. 256 menjadi 1. 248 bagian, begitu pula jumlah ATM yang ikut berkurang sejak 17. 928 menjadi 17. 623 unit.

Foto: Data Kantor Cabang BCA 2020
Data Kantor Cabang BCA 2020

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  (BMRI)

Perubahan menyesatkan signifikan mungkin terjadi di Bank Mandiri yang pada kurun waktu satu tarikh telah mengurangi 5. 074 ATM dari semula 18. 291 di tahun 2019 berkurang menjadi 13. 217 di tahun 2020.

Langkah ini sewajarnya diambil Bank Mandiri untuk lebih fokus pada perluasan digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Selain total kantor cabang pembantu, kantor kas dan jenis pejabat lainnya juga ikut dipangkas.

Foto: Petunjuk Kantor Cabang Mandiri 2020
Data Kantor Bagian Mandiri 2020

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  (BBRI)

Bank BUMN dengan jaringan terluas dengan dapat ditemui di dekat seluruh pelosok Tanah Air ini juga ternyata mengambil langkah yang sama. Berdasarkan laporan tahunan, dalam jangka  dua tahun tercatat BRI telah mengurangi 7. 804 ATM. Angka ini berkurang sebab jumlah tahun 2018 sebanyak 24. 684 dan tertinggal 16. 880 unit di dalam tahun 2020.

Selain ATM mesin EDC  ( Electronic Petunjuk Capture,   alat penerima pembayaran)  milik BRI juga berkurang drastis dari 284. 426 unit di tahun 2018, menjadi 198. 785 bagian saja di tahun 2020. Jumlah kantor cabang pembantu, kantor kas, dan unit layanan lain juga ikut berkurang.

Foto: Data Kantor Bagian BRI 2020
Bukti Kantor Cabang BRI 2020

NEXT: Sedang Ada BNI  hingga CIMB  Niaga