Bank Kecil Wajib Konsolidasi, OJK Membuka Alasannya

Jakarta, CNBC Indonesia – Dominasi Jasa Keuangan (OJK) bakal mendorong terjadinya konsolidasi perbankan untuk menguatkan sektor ini terus melakukan perluasan, terutama perbankan yang membutuhkan permodalan yang kuat. Dengan konsolidasi ini diharapkan industri perbankan ini hendak tetap sehat.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiana mengatakan regulator mengharapkan industri perbankan bisa memberikan pelayanan yang aman kepada nasabah dengan menggunakan digitalisasi.

“Kita terlanjur agar bank itu bisa mengabulkan seperti itu [digitalisasi], harus ada teknologi yang canggih. Teknologi itu kan butuh modal. Di dalam akhirnya kita inginkan konsolidasi untuk memperkuat perbankan kita menjadi bank betul-betul sehat, melayani nasabahnya dengan baik dan aman, ” logat Heru, Jumat (17/7/2020).


Dari segi keamanan bertransaksi dengan digital, kata Heru, OJK sudah menerbitkan sejumlah regulasi yang membantu transaksi yang aman. Beberapa regulasi yang telah diterbitkan menyangkut digital banking, risk management dan anti fraud diharapkan dapat memberikan kepastian keamanan transaksi yang dilakukan sebab nasabah.

Bahkan, dari segi anti fraud, bank memiliki divisi tersendiri untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya fraud buat transaksi di banking maupun digital banking. Evaluasi aturan dan penerapannya di perbankan terus dilakukan. “Tapi selama ini saya lihat itu sudah lakukan tugas dengan cara, ” imbuhnya.

Belum lama ini OJK menerbitkan regulasi yang mendorong industri perbankan domestik melakukan konsolidasi. Regulasi ini tertuang pada Peraturan OJK Nomor 12/POJK. 03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang berlaku sejak diundangkan pada 17 Maret 2020. Dalam peraturan itu disebutkan modal inti minimum bank sebesar Rp 3 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menerangkan, POJK tersebut sebagai upaya dari OJK mengikuti dan menyesuaikan perkembangan ekosistem perbankan Indonesia yang saat ini telah bergerak sedemikian cepat & dinamis didukung kemajuan teknologi.

Hal ini untuk menciptakan struktur perbankan yang kuat secara skala usaha yang lebih gede, sehingga diharapkan, kontribusi perbankan terhadap perekonomian nasional lebih maksimal.

“Untuk menghadapi perubahan ekosistem dan tuntutan inovasi yang kekar konsolidasi sektor perbankan menjadi keniscayaan, ” kata dia dalam tanda pers yang disampaikan, Selasa (24/3/2020).

POJK Konsolidasi ini merupakan kebijakan yang telah ditetapkan OJK sejak pangkal tahun 2020 dan sangat relevan dengan dinamika perekonomian yang saat ini mengalami tekanan akibat downside risk dari penyebaran Covid-19 yang dihadapi seluruh dunia, termasuk Nusantara.

Saksikan video terkait di bawah ini:

(dob/dob)