10 Saham Ngamuk Saat Jokowi Divaksin, Grup Bakrie Jawaranya!

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0, 62% di posisi 6. 435, 21 pada perdagangan Rabu kemarin (13/1/2021). IHSG sempat melesat ke golongan tertinggi 6. 464, dan ke bawah level terendah 6. 395.

Penguatan indeks tumpuan utama bursa saham Indonesia ini terjadi setelah vaksinasi Covid-19 dalam Indonesia resmi dimulai dengan Pemimpin Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang divaksin  kemarin dalam Istana Negara.

Data BEI menunjukkan, ada 243 saham naik, 244 saham turun, serta 143 saham stagnan.


Adapun nilai transaksi perdagangan kemarin mencapai Rp 24, 17 triliun, volume perdagangan 35, 85 miliar saham dan frekuensi perdagangan satu, 85 juta kali.

Dalam sepekan terakhir, IHSG sudah mencuat 6%, dan sebulan final naik 8, 45%.

Pada perdagangan Rabu kemarin, ada 10 saham mencatatkan penguatan istimewa.

10 Saham Top Gainers, Rabu (13/1)

1. Bumi Resources (BUMI) saham +33, 77% di Rp 103

2. Bumi Resources Minerals (BRMS), +27, 38% Rp 107

3. Energi Kabut Persada (ENRG), +25, 58% Rp 162

4. Acset Indonusa (ACST), +21, 85% Rp 580

5. Antam (ANTM), +12, 64% Rp 3. 120

6. Smartfren Telecom (FREN), +10, 61% Rp 73

7. Borneo Olah Sarana (BOSS), +7, 69% Rp 224

8. PP Properti (PPRO), +7, 14% Rp 105

9. Delta Dunia Makmur (DOID), +6, 95% Rp 400

10. Timah (TINS), +6, 65% Rp 1. 925

Menarik melihat pergerakan tiga saham Grup Bakrie yaitu BUMI, BRMS, dan ENRG. Bagian BUMI menguat 45% dalam sepekan, dan meroket 106% dalam 3 bulan terakhir perdagangan.

Begitu pula dengan saham budak usahanya di tambang emas yakni BRMS, juga melesat 29% di sepekan, dan 87, 72% di 3 bulan terakhir.

Adapun saham emiten Grup Bakrie di bidang migas, ENRG, naik 21% sepekan, dan terbang 200% dalam 3 bulan terakhir perdagangan di tengah laporan keuangan perusahaan yang membaik.

Sepanjang tahun lalu, saham-saham Grup Bakrie juga ada yang melesat apalagi jauh di atas kinerja IHSG, salah satunya ENRG. Tahun berantakan, saham ENRG meroket 153%.

Hingga periode September 2020, kinerja ENRG memang oke. Buatan minyak perseroan mencapai 4. 031 barel minyak per hari (boepd), capaian ini lebih tinggi 71% dibanding periode sama tahun 2019  sebesar 2. 354 boepd.

Adapun, produksi gas ENRG sebanyak 179 juta kaki mengupas per hari (mmcfd) lebih luhur 28% dari sebelumnya 140 mmcfd.

Sampai dengan September, Energi Mega Persada tercatat mencetak perolehan laba bersih sebesar US$ 42, 03 juta atau setara Rp 591, 78 miliar secara asumsi kurs Rp 14. 800/US$ pada periode 9 bulan perdana 2020.

Perolehan tersebut melesat sebesar 253% dari tahun sebelumnya US$ 11, 88 juta, atau setara Rp 167, 27 miliar.

Kenaikan menyaruk bersih ini sejalan dengan naiknya penjualan bersih perseroan sebesar 24% menjadi US$ 239, 09 juta dari sebelumnya US$ 191, 99 juta.

Tahun itu, ENRG berencana menganggarkan belanja simpanan atau capital expenditure/capex sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1, 41 triliun.

Adapun untuk BUMI, manajemen serupa baru saja melaporkan kepemilikan saham ritel atas nama Bambang Sihono sebesar 5, 52%.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, adalah Bambang Sihono yang sudah menambah kepemilikan saham yang sebelumnya 5, 46% atau 3, 72 miliar lembar saham menjadi 5, 52% atau 3, 76 miliar lembar saham.

Bersandarkan data KSEI, pada pertengahan 2019 lalu, Bambang Sihono memiliki kepemilikan 2, 98% di BUMI. Jelas menambah kepemilikan hingga mencapai 5, 27% di pertengahan September 2020.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)